Jumat, 03 Juli 2015

Menelusuri Wilayah Sungai Sambas

Wilayah Sungai Sambas secara administrasi berada di dalam wilayah Kabupaten Sambas dan kabupaten Bengkayang, sehingga dalam rangka kemudahan perolehan data dan analisisnya, maka secara makro akan mempergunakan data kewilayahan Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang. Pada tahun 2002, jumlah kecamatan yang berada di dalam Kabupaten Sambas adalah 16 (enam belas) wilayah kecamatan, dan pada tahun 2008 berkembang menjadi 19 (sembilan belas) wilayah kecamatan. Dengan demikian selama periode tersebut telah terjadi pemekaran wilayah kecamatan yang menghasilkan 3 (tiga) wilayah kecamatan pemekaran baru. Di antara ke-19 kecamatan tersebut, 16 kecamatan berada pada koridor Wilayah Sungai Sambas.Sedangkan jumlah kecamatan yang masuk dalam Kabupaten Bengkayang berjumlah 17 wilayah kecamatan, dan 7 (tujuh) wilayah kecamatan di antaranya termasuk ke dalam koridor Wilayah Sungai Sambas yang ada di Kabupaten Bengkayang.
Jumlah wilayah kecamatan di kedua wilayah kabupaten tersebut yang bersinggungan dan/atau dialiri oleh Sungai Sambas dengan anak-anak sungainya mencapai 23 wilayah kecamatan. Adapun luas keseluruhan ke-23 wilayah kecamatan tersebut mencapai 9.067,38  Km2 (906.738,00 Ha), meliputi 6.020,45 Km2 (602.045,00 Ha) dalam Kabupaten Sambas dan 3.046,93 Km2 (304.693,00 Ha) dalam Kabupaten Bengkayang.
Kabupaten Sambas terletak di bagian paling utara Provinsi Kalimantan Barat atau di antara garis 2o08’ LU dan 0o33’ LU serta di antara 108o39’ BT dan 110o04’ BT pada peta rupa bumi. Berdasarkan letak geografis yang spesifik ini maka, daerah Kabupaten Sambas berdekatan dengan garis khatulistiwa (garis lintang 0o) yang melintas di atas Kota Pontianak. Karena pengaruh letak ini pula, maka Kabupaten Sambas termasuk salah satu daerah tropik dengan suhu udara cukup tinggi serta diiringi kelembaban yang tinggi.
Secara administratif, Kabupaten Sambas memiliki batas administrasi sebagai berikut.
1.      Sebelah utara berbatasan dengan Serawak Malaysia Timur dan Laut Natuna
2.      Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bengkayang dan Kota Singkawang
3.      Sebelah barat berbatasan dengan Laut Natuna, dan
4.      Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bengkayang dan Serawak Malaysia Timur
Ciri-ciri spesifik bahwa wilayah Kabupaten Sambas termasuk salah satu daerah di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara asing, yaitu dengan Negara Bagian Serawak, Malaysia Timur, Kabupaten Sambas kini telah mempunyai akses jalan darat untuk masuk dan keluar dari negara asing.
Sama halnya dengan Kabupaten Bengkayang yang merupakan salah satu kabupaten yang terletak di sebelah utara Propinsi Kalimantan Barat. Secara geografis, Kabupaten Bengkayang terletak di antara garis 0o33’ LU dan 1o30’ LU serta di antara 108o39’ BT dan 110o10’ BT pada peta rupa bumi. Berdasarkan letak geografis yang spesifik ini maka, daerah Kabupaten Bengkayang berdekatan dengan garis khatulistiwa (garis lintang 0o) yang melintas di atas Kota Pontianak. Karena pengaruh letak ini pula, maka Kabupaten Bengkayang termasuk salah satu daerah tropik dengan suhu udara cukup tinggi serta diiringi kelembaban yang tinggi.
Secara administratif, Kabupaten Bengkayang memiliki batas administrasi sebagai berikut.
1.      Sebelah utara berbatasan dengan Serawak Malaysia Timur
2.      Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Pontianak
3.      Sebelah barat berbatasan dengan Laut Natuna, dan
4.      Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Landak
Ciri-ciri spesifik bahwa wilayah Kabupaten Bengkayang termasuk salah satu daerah di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara asing, yaitu dengan Negara Bagian Serawak, Malaysia Timur, Kabupaten Bengkayang kini telah mempunyai akses jalan darat untuk masuk dan keluar dari negara asing.
Data Curah Hujan dan Klimatologi yang digunakan untuk kegiatan dari Stasiun Klimatologi Sambas (No. Stasiun :  SC-02, elevasi 10 meter) yang terletak di 01º 22' LU dan 109º 19' BT.
Dari data stasiun tersebut keadaan temperatur udara rata-rata bulanan adalah 27,3oC, dengan suhu maksimum 28,95 oC pada Bulan September dan minimum 26,32 oC pada Bulan Januari.
Kelembaban nisbi udara berkisar antara 88,28% (Maret) dan 92,12% (Januari).
Lama penyinaran matahari rata-rata 4,51 jam, maksimum 5,35 jam pada bulan April dan minimum 3,34 jam pada bulan September.
Kecepatan angin rata-rata maksimum 7,38 km/hari pada bulan Maret dan minimum 3.17 km/hari pada bulan September.
Kawasan hutan yang ada di Kabupaten Sambas meliputi hutan lindung, hutan produksi terbatas, hutan produksi biasa, hutan produksi yang dapat dikonversi, hutan tanaman, hutan tanaman wisata, dan hutan lindung bakau

Lingkungan

Wilayah Sungai Sambas yang mempunyai 4 (empat) sungai besar (Sungai Sambas Besar, Bantanan, Sambas dan Kumba) dan menjadikan sungai sebagai alat transportasi utama, berdampak pada dipilihnya daerah bantaran sungai sebagai lokasi permukiman penduduk dan aktivitas perekonomian. Hal tersebut telah menyebabkan kerusakan lingkungan khususnya pencemaran air karena sebagian besar dari permukiman tersebut tidak mempunyai fasilitas jamban, sehingga mereka membuang langsung air buangan dan kotorannya ke sungai.
Selain itu aktivitas peternak tambak pun telah menambah beban pencemaran pada air sungai tersebut. Hal tersebut ditandai dengan terjadinya eutrofikasi (penyuburan badan air) yang disebabkan melimpahnya kadar organic dalam air sungai tersebut.
Karena masih kurangnya kesadaran penduduk akan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan, juga karena tindakan sewenang-wenang dari beberapa perusahaan, menyebabkan terjadinya penurunan daya dukung lingkungan dan menipisnya ketersediaan alam tersebut. Hal tersebut menyebabkan berkurangnya kawasan hutan lindung akibat illegal logging. Selain itu juga terjadi kerusakan lingkungan karena masih adanya kegiatan PETI (pertambangan tanpa ijin) yang menyebabkan terjadinya sedimentasi dan pencemaran air. Survey lapangan yang dilakukan di kedua kabupaten dalam Wilayah Sungai Sambas serta informasi dari penduduk dan instansi terkait, kegiatan PETI (penduduk setempat menyebutnya sebagai ”dompeng”) pada umumnya terjadi di Sungai Sambas yang masuk Kabupaten Sambas. Kegiatan PETI tidak terjadi di sepanjang Sungai Sambas yang masuk Kabupaten Bengkayang.
Masalah lingkungan lainnya terjadi di daerah pesisir. Salah satu fungsi hutan mangrove adalah untuk meredam gelombang dan melindungi pantai dari abrasi. Pembukaan hutan mangrove, kurangnya tindakan pengamanan kembali dan kurangnya kesadaran penduduk menjaga hutan mangrove menyebabkan proses abrasi pada masa mendatang. Selain itu juga akan mengancam ketersediaan perikanan karena fungsi lain dari hutan mangrove merupakan penyedia nutrient bagi biota perairan dan juga tempat pemijahan.
Perkembangan Jumlah Penduduk
Uraian perkembangan penduduk di Wilayah Sungai Sambas secara garis besar menunjukkan peningkatan dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata sebesar 3,49 % per tahun.
Pembandingan jumlah penduduk terhadap luas wilayah masing-masing kecamatan menemukenali bahwa secara rata-rata Wilayah Sungai Sambas memiliki tingkat kepadatan penduduk masih berada dibawah 100 jiwa jiwa / Km2 .

Perkembangan Sektor Pertanian

Tanaman Pangan Padi Sawah
Komoditi sawah di Wilayah Sungai Sambas, maka secara keseluruhan dapat dikemukakan bahwa luas panen, tingkat produktivitas dan volume produksinya menunjukkan peningkatan.
 Tanaman Pangan Padi Ladang
Gambaran tanaman pangan padi ladang di Wilayah Sungai Sambas sebagai berikut.
1.      Tanaman padi ladang dikembangkan di tujuh kecamatan dari 23 kecamatan di Wilayah Sungai Sambas.
2.      Dilihat dari luas panen dan volume produksi, kecamatan paling potensial adalah Kecamatan Subah.
Tanaman Pangan Jagung
Gambaran potensi tanaman jagung di Wilayah Sungai Sambas dikemukakan sebagai berikut.
1.      Tanaman jagung dikembangkan di beberapa kecamatan dalam Wilayah Sungai Sambas.
2.      Dari luas panen dan volume produksi, kecamatan paling potensial adalah Kecamatan Tebas, Subah, Sajingan Besar, dan Kecamatan Jawai.
Tanaman Pangan Ubi Kayu
Potensi tanaman ubi kayu di Wilayah Sungai Sambas sebagai berikut.
1.       Tanaman ubi kayu dikembangkan di 14 kecamatan.
2.    Laju pertumbuhan produksi rata-rata sebesar 10,84 % per tahun.
3.    Kecamatan paling potensial adalah Kecamatan Tekarang, Kecamatan Subah, Kecamatan Jawai, Kecamatan Sambas dan Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas serta serta kecamatan-kecamatan di Kabupaten Bengkayang..
 Tanaman Pangan Ubi Jalar
Potensi tanaman ubi jalar di Wilayah Sungai Sambas sebagai berikut.
1.      Tanaman ubi jalar dikembangkan di 14 kecamatan.
2.      Laju pertumbuhan produksi rata-rata sebesar 27,80 % per tahun.
3.      Kecamatan paling potensial adalah Kecamatan Tekarang, Kecamatan Semparuk, Kecamatan Jawai, dan Kecamatan Tebas.

Pertanian Tanaman Palawija

Tanaman Kacang Tanah
Potensi tanaman kacang tanah di Wilayah Sungai Sambas dikemukakan bahwa Tanaman kacang tanah hanya dikembangkan di Kecamatan SubahLaju pertumbuhan produksi rata-rata sebesar 33,78 % per tahun.
 Tanaman Kacang Kedelai
Potensi tanaman kacang kedelai di Wilayah Sungai Sambas dikemukakan bahwa:
1.      Tanaman kacang kedelai dikembangkan di Kecamatan Tekarang, Kecamatan Subah, Kecamatan Jawai, Kecamatan Jawai Selatan, dan Kecamatan Teluk Keramat serta kecamatan-kecamatan dalam cakupan Kabupaten Bengkayang.
2.      Laju pertumbuhan produksi rata-rata sebesar 1,31 % per tahun.

Tanaman Kacang Hijau
Potensi tanaman kacang hijau di Wilayah Sungai Sambas dikemukakan bahwa tanaman kacang hijau dikembangkan di Kecamatan Selakau, Kecamatan Pemangkat, Kecamatan Tebas, Kecamatan Tekarang, Kecamatan Jawai, Kecamatan Jawai Selatan, Kecamatan Teluk Keramat, dan Kecamatan Paloh Kabupaten SambasLaju pertumbuhan produksi rata-rata sebesar 10,14 % per tahun.

Pertanian Tanaman Sayuran

Sekitar 15 jenis sayuran dikembangkan di Wilayah Sungai Sambas, yaitu Bawang Daun, Petsai / Sawi, Lobak, Kacang Panjang, Cabe / Lombok, Cabe Rawit, Tomat, Terung, Buncis, Ketimun, Labu Siam, Kangkung, Semangka, Kubis, dan Bayam.

Tanaman Perkebunan

Dengan bentang wilayah cukup luas, Wilayah Sungai Sambas potensial sebagai kawasan pengembangan tanaman perkebunan. Beragamnya jenis tanaman perkebunan yang dikembangkan dengan laju pertumbuhan produksi cukup tinggi mengindikasikan cukup potensialnya bagi pengembangan tanaman perkebunan di Wilayah Sungai Sambas.
Beberapa jenis tanaman perkebunan yang dikembangkan adalah Cengkeh, Kakao, Kemiri, Kopi, Karet, Kelapa Dalam, Kelapa Hibrida, Kelapa, Sawit, Lada, Sagu, Tebu, Pinang, Aneka Tanaman. 

Perikanan

Sebagai salah satu daerah yang dialiri banyak sungai serta berbatasan dengan wilayah pesisir dan laut, tidak mengherankan jika Wilayah Sungai Sambas pun memiliki potensi di sektor perikanan.
Perkembangan volume produksi sektor perikanan, baik dari perikanan laut, perikanan perairan umum dan budidaya menunjukkan potensi perikanan yang dimiliki oleh Wilayah Sungai Sambas.

Prasarana Dermaga

Wilayah Sungai Sambas, 19 kecamatan di antaranya merupakan wilayah yang pemanfaatan sungai sebagai prasarana dan sarana tarnsportasi cukup besar. Keberadaan dermaga di dalam ke-19 kecamatan tersebut sebagai indikasi masih kuatnya pemanfaatan sungai dalam mendukung pergerakan orang, barang, jasa dan informasi bagi pembangunan wilayahnya. Secara keseluruhan terdapat 73 unit dermaga tersebar di ke-16 wilayah kecamatan tersebut, baik dermaga perseorangan maupun dermaga yang berada dalam pengelolan dinas perhubungan setempat. Pada umumnya dermaga yang ada berfungsi sebagai pangkalan dengan kondisi umum baik, walaupun ada beberapa berkondisi rusak.
Gambaran umum beberapa dermaga angkutan sungai di Wilayah Sungai Sambas diantaraanya yaitu:
1.      Pelabuhan Penjajap :
·         Pelabuhan Penjajap berada di Desa Penjajap Kecamatan Pemangkat
·         Secara hidrogeografis terletak di arah muara Sungai Sambas
·         Kedalaman pelabuhan sekitar 1,50 m di musim kemarau, dan bentang Sungai Sambas di lokasi Pelabuhan Penjajap sekitar 1.700 m
·         Luas dermaga di pelabuhan sekitar 840 m2
·         Pelabuhan Penjajap merupakan pelabuhan pangkalan dengan kondisi konstruksi baik dengan luas sekitar 840 m2
·         Kondisi fisik lahan sekitar Pelabuhan Penjajap adalah sebagai berikut.
o   Sebelah barat merupakan muara Sungai Sambas
o   Sebelah timur merupakan PPN Penjajap
o   Sebelah selatan merupakan permukiman, dan
o   Sebelah utara merupakan Sungai Sambas
2.      Pelabuhan Perikanan Nusantara :
·         Lokasi pelabuhan berada di Kecamatan Pemangkat
·         Secara hidrogeografis terletak di arah muara Sungai Sambas
·         Kedalaman pelabuhan sekitar 1,50 m di musim kemarau, dan bentang Sungai Sambas di lokasi pelabuhan sekitar 1.700 m
·         Jalan akses keluar – masuk pelabuhan sekitar 2,80 m
·         Merupakan pelabuhan pangkalan dengan kondisi konstruksi baik.
·         Kondisi fisik lahan sekitar pelabuhan adalah sebagai berikut.
o   Sebelah barat merupakan muara Sungai Penjajap di Sungai Sambas dan muara Sungai Sambas di Laut Natuna
o   Sebelah timur merupakan perkebunan kelapa
o   Sebelah selatan merupakan permukiman, dan
o   Sebelah utara merupakan Sungai Sambas
3.      Pelabuhan Sintete :
·         Pelabuhan Sintete berada di Desa Singa Raya Kecamatan Semparuk
·         Secara hidrogeografis terletak di arah muara Sungai Sambas
·         Kedalaman pelabuhan sekitar 6,30 m di musim kemarau, dan bentang Sungai Sambas di lokasi Pelabuhan Sintete sekitar 725 m
·         Jalan akses keluar – masuk Pelabuhan Penjajap sekitar 2,00 m
·         Pelabuhan Sintete merupakan pelabuhan pangkalan dengan kondisi konstruksi baik dengan luas sekitar 24 m2.
·         Kondisi fisik lahan sekitar pelabuhan adalah sebagai berikut.
o   Sebelah barat merupakan perkebunan kelapa
o   Sebelah timur merupakan perkebunan kelapa
o   Sebelah selatan merupakan permukiman, dan
o   Sebelah utara merupakan Sungai Sambas
4.      Pelabuhan Perigi Piai:
·         Pelabuhan Perigi Piai berada di Desa Tekarang Kecamatan Tekarang
·         Secara hidrogeografis terletak di arah dalam Sungai Sambas
·         Kedalaman pelabuhan sekitar 2,50 m di musim kemarau, dan bentang Sungai Sambas di lokasi Pelabuhan Perigi Piai sekitar 675 m
·         Jalan akses keluar – masuk pelabuhan sekitar 3,00 m
·         Merupakan pangkalan dengan kondisi konstruksi baik dengan luas sekitar 36 m2.
·         Kondisi fisik lahan sekitar pelabuhan adalah sebagai berikut.
o   Sebelah barat merupakan sawah dan ladang
o   Sebelah timur merupakan sawah dan ladang
o   Sebelah selatan merupakan Sungai Sambas, dan
o   Sebelah utara merupakan sawah dan ladang
5.      Pelabuhan Tekarang :
·         Pelabuhan Perigi Piai berada di Desa Tekarang Kecamatan Tekarang
·         Secara hidrogeografis terletak di arah dalam Sungai Sambas
·         Kedalaman pelabuhan sekitar 2,50 m di musim kemarau, dan bentang Sungai Sambas di lokasi pelabuhan sekitar 675 m
·         Jalan akses keluar – masuk pelabuhan sekitar 3,00 m
·         Merupakan pangkalan dengan kondisi konstruksi baik dengan luas sekitar 32 m2.
·         Kondisi fisik lahan sekitar pelabuhan adalah sebagai berikut.
o   Sebelah barat merupakan sawah dan ladang
o   Sebelah timur merupakan sawah dan ladang
o   Sebelah selatan merupakan Sungai Sambas, dan
o   Sebelah utara merupakan sawah dan ladang
6.      Pelabuhan Sei Baru :
·         Pelabuhan Sei Baru berada di Desa Sei Baru Kecamatan Teluk Keramat
·         Secara hidrogeografis terletak di arah dalam Sungai Sambas
·         Kedalaman pelabuhan sekitar 1,70 m di musim kemarau, dan bentang Sungai Sambas di lokasi pelabuhan sekitar 700 m
·         Merupakan pelabuhan pangkalan dengan kondisi konstruksi baik dengan luas sekitar 126 m2.
·         Kondisi fisik lahan sekitar pelabuhan adalah sebagai berikut.
o   Sebelah barat merupakan permukiman
o   Sebelah timur merupakan semak belukar
o   Sebelah selatan merupakan Sungai Sambas, dan
o   Sebelah utara merupakan permukiman
7.      Pelabuhan Tebas Kuala:
·         Pelabuhan berada di Desa Tebas Kuala Kecamatan Tebas
·         Secara hidrogeografis terletak di arah dalam Sungai Sambas
·         Kedalaman pelabuhan sekitar 2,50 m di musim kemarau, dan bentang Sungai Sambas di lokasi pelabuhan 675,99 m
·         Jalan akses keluar – masuk pelabuhan sekitar 3,00 m
·         Merupakan pangkalan dengan kondisi konstruksi baik dengan luas sekitar 72 m2.
·         Kondisi fisik lahan sekitar pelabuhan adalah sebagai berikut.
o   Sebelah barat merupakan Sungai Tebas
o   Sebelah timur merupakan kebun jeruk
o   Sebelah selatan merupakan kebun jeruk, dan
o   Sebelah utara merupakan Sungai Sambas
8.      Dermaga Sejangkung Kab. Sambas:
·         Lokasi terletak di Desa Sejangkung, Kec. Sejangkung
·         Secara hidrogeografis terletak di arah dalam Sungai Sambas
·         Merupakan pangkalan dengan kondisi konstruksi rusak.
·         Kedalaman di pelabuhan sekitar 2,40 m dengan bentang sungai di lokasi pelabuhan sekitar 175,00 m.
·         Kondisi fisik lahan sekitar pelabuhan adalah sebagai berikut.
o   Sebelah barat merupakan Pasar Sejangkung
o   Sebelah timur merupakan semak belukar
o   Sebelah selatan merupakan Desa Sejangkung, dan
o   Sebelah utara merupakan Sungai Sambas
9.      Dermaga Satai / Sidodadi Kab. Sambas:
·         Lokasi pelabuhan di    Dsn Satai Kec. Subah
·         Merupakan pangkalan dengan kondisi konstruksi rusak.
·         Kedalaman di pelabuhan sekitar 6,00 m dengan bentang sungai di lokasi pelabuhan sekitar 80,00 m, luas sekitar 32 m2.
·         Kondisi fisik lahan sekitar pelabuhan adalah sebagai berikut.
o   Sebelah barat merupakan ladang dan kebun
o   Sebelah timur merupakan ladang dan kebun
o   Sebelah selatan merupakan ladang dan kebun, dan
o   Sebelah utara merupakan Sungai Satai (anak Sungai Sambas)
10.      Dermaga Ledo Kab. Bengkayang :
a.       Lokasi            :  Desa Ledo
b.      Volume          :  20 m2
c.       Lebar alur      :  50,00 m
d.      Kedalaman    :  2,50 m

e.       Kondisi          :  Rusak
a.       Lokasi            :  Desa Seluas
b.      Volume          :  - m2
c.       Lebar alur      :  50,00 m
d.     Kedalaman    :  2,50 m
e.      Kondisi          :  Rusak
11.      Dermaga Sentimok Kab.Bengkayang :
a.       Lokasi            :  Desa Sentimok
b.      Volume          :  - m2
c.       Lebar alur      :  100,00 m
d.      Kedalaman    :  3,50 m

Sarana angkutan pedalaman di Wilayah Sungai Sambas terdiri dari kapal motor, tongkang gandeng, tangker tak bermotor, long boat, speed boat, kapal penyeberanga dan sampan.
Besarnya manfaat pelayanan moda angkutan sungai dapat dilihat dari besarnya volume lalu lintas barang dan penumpang, baik di masing-masing simpul pelabuhan/dermaga maupun kecamatan dalam cakupan Wilayah Sungai Sambas.
Di Wilayah ini tidak semua dermaga pelabuhan sungai dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran pergerakan orang dan barang intra Wilayah Sungai Sambas maupun antara Wilayah Sungai Sambas dengan wilayah lainnya. Dari semua dermaga pelabuhan di ke-19 kecamatan di Wilayah Sungai Sambas, hanya beberapa dermaga pelabuhan yang dimanfaatkan untuk mobilitas pergerakan orang dan barang.

Demikian, semoga bermanfaat..Aamiin…(Ali Mursal)***Menelusuri Wilayah Sungai Sambas

Bercerita Tentang Transportasi Sungai

Bercerita Tentang Transportasi  Sungai
Suatu wilayah pada dasarnya bukan hanya merupakan satu kesatuan sistem permukiman  yang berbeda-beda fungsinya, tetapi juga harus dipandang sebagai suatu jaringan interaksi sosial, ekonomi, dan fisik. Proses interaksi tersebut dibentuk oleh adanya keterkaitan di antara pusat-pusat permukiman sehingga menjadi suatu cara bagi penduduk perdesaan dan/atau wilayah belakang suatu pusat pertumbuhan dalam suatu sistem wilayah dapat memperoleh kemudahan pelayanan, kemudahan pencapaian fasilitas, infrastruktur dan kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya yang berlokasi di pusat wilayahnya. Dengan adanya keterkaitan dan interaksi tersebut maka penduduk perdesaan dan/atau penduduk wilayah belakang suatu pusat wilayah dapat menerima sejumlah masukan yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas pertaniannya, sekaligus memasarkan hasil-hasilnya. Karena itu, efektivitas dan kinerja proses-proses tersebut harus diperhatikan, karena bagaimanapun akan memberikan sejumlah kemudahan maksimal bagi penduduk yang ada dalam suatu sistem perwilayahan pada khususnya maupun penduduk di wilayah lain pada umumnya.
Pembangunan wilayah terjadi karena adanya perbedaan tingkat pertumbuhan yang dicapai oleh masing-masing pusat permukiman  dan terbentuknya keterkaitan baru yang lebih kuat di antara pusat-pusat permukiman  tersebut. Dalam beberapa kasus, pengembangan keterkaitan fisik seperti jaringan transportasi jalan, kereta api, dan moda transportasi lainnya di satu sisi memberikan dukungan bagi pertumbuhan dan terjadinya diversifikasi terhadap pusat-pusat permukiman yang ada, dan di sisi lainnya memberikan rangsangan untuk tumbuhnya pusat-pusat permukiman baru.
Sesuai dengan peranan ganda yang dimiliki oleh sektor transportasi, maka pembangunan sektor transportasi merupakan bagian yang penting dalam pembangunan nasional, sedangkan tujuan pembangunan transportasi adalah untuk meningkatkan pelayanan jasa transportasi secara efisien, handal, berkualitas, aman dan harga terjangkau serta mewujudkan sistem transportasi nasional secara intermoda dan terpadu dengan pembangunan wilayahnya, dan menjadi bagian dari suatu sistem distribusi yang mampu memberikan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat luas, termasuk meningkatkan jaringan desa – kota yang memadai.
Transportasi merupakan bagian integral dari suatu fungsi masyarakat. Kegiatan transportasi menunjukkan hubungan yang sangat erat dengan gaya hidup dan tingkat pendapatan, keterjangkauan dari lokasi kegiatan produksi, penyediaan barang-barang serta jasa pelayanan untuk dikonsumsi.
Transportasi sungai merupakan salah satu moda transportasi yang tertua di antara moda transportasi lainnya. Transportasi sungai memiliki peran yang sangat penting di masa lalu terkait untuk perhubungan dan komunikasi antar kota di dunia. Kenyataan tersebut menjelaskan mengapa pada umumnya kota-kota besar dan dan pusat perdagangan di dunia berada di tepi dan muara sungai.
Jaringan sungai yang sudah ada secara alamiah dapat dipergunakan sebagai moda transportasi utama guna meningkatkan aksesibilitas suatu wilayah. Konsep operasi jaringan transportasi sungai sesungguhnya hanya membutuhkan sarana kapal sungai dan pelabuhan sungai sebagai pusat distribusi dan pergerakan. Biaya pembangunan transportasi sungai tentu lebih murah dibandingkan dengan moda lainnya meski pola operasi sungai lebih lambat dan kurang fleksibel jika dibandingkan dengan moda transportasi jalan raya.
Pengembangan pelabuhan sungai secara prinsip dapat memperlancar mobilisasi dan distribusi kebutuhan pokok, kendaraan maupun orang serta memperlancar pelaksanaan program pemerintah di kawasan sepanjang daerah aliran sungai. Dampak peningkatan aksesibilitas transportasi adalah peningkatan kinerja ekonomi di kawasan yang terhubungkan oleh transportasi tersebut. Peningkatan aksesibilitas transportasi sungai tentu saja memerlukan pengembangan sarana dan prasarana pendukungnya.
Fenomena transportasi sungai di Indonesia dewasa ini memperlihatkan penurunan peran dalam melayani kebutuhan pergerakan. Hal ini disebabkan antara lain perkembangan moda transportasi jalan raya dan kereta api yang diupayakan lebih cepat dan unggul dibandingkan perkembangan transportasi sungai.
Transportasi jalan tentu saja menawarkan keunggulan berupa fleksibilitas, layanan dari pintu ke pintu, keteraturan jadwal, ketersediaan dan frekuensi armada tinggi, biaya operasi yang lebih murah serta kebutuhan penanganan barang dan ruang penyimpanan yang kecil. Pembangunan transportasi jalan raya tentu saja berdampak pada penurunan aspek alamiah perhubungan, perubahan pola pikir masyarakat dan peningkatan konsumerisme serta penurunan nilai-nilai  budaya tradisional.

Pembangunan transportasi darat yang terdiri dari transportasi jalan raya, transportasi kereta api, dan transporitasi sungai perlu dilakukan secara sinergi sesuai dengan kondisi alamiah wilayah daratan yang dilayani. Wilayah-wilayah yang memiliki cukup banyak sungai seperti di Kalimantan, Papua dan sebagian Sumatera tentu saja membutuhkan pengembangan transportasi yang multi moda, mengingat pembangunan infrastruktur jalan dan kereta api membutuhkan waktu dan biaya yang cukup banyak serta belum tentu cocok dengan lingkungan fisik daratannya. Dengan demikian, transportasi sungai tetap harus dikembangkan dalam jangka menengah maupun jangka panjang. Semoga Aamiin...(Drs.Ali Mursal)***Bercerita Tentang Transportasi Sungai